TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal 41 Gresik

slamat iedul fitri 1432H 22 Agustus 2011

Filed under: Uncategorized — tkaba41mgt @ 00:11

Iklan
 

Tips-tips menghafal Al-Qur’an 13 Mei 2011

Filed under: Sekolahan — tkaba41mgt @ 23:04

 “Membaca Al Qur’an dengan tajwid yang baik adalah sebuah KEWAJIBAN. Siapa yang tidak mentajwidkan Al Qur’an, BERDOSA, karena Al Qur’an diturunkan dengan tajwidnya”. (Imam Al Jazriy)

Tips 1 untuk menghafal Al Qur’an :

  1. Azzam (komitmen) yg kuat. Karena dengan azzam yg kuat, dalam kondisi selelah apapun, harus menambah hafalan Al Qur’an, walaupun hanya 1 ayat.
  2. Mau duduk bersama Al Qur’an. Maksudnya, sediakan waktu khusus untuk menghafal. Paling sedikit 1 jam sehari….
  3. Alokasikan waktu-waktu yang mudah untuk menghafal. Misalnya, setelah qiyamul lail, kan sepi tuh, kebanyakan orang-orang lagi pada tidur, atau ba’da(setelah) subuh, karena biasanya otak kita masih fresh.
  4. Buat MoU (ksepakatn) dengan orang rumah. Karena sudah mengalokasikan waktu, maka minta orang-orang yang ada di rumah kita untuk tidak mengganggu kita di waktu-waktu tersebut.
  5. Bentuk bi’ah qur’ani (lingkungn yg qur’ani), baik yaumiyah (harian) misalnya mondok di pesantren khusus tahfidz, atau usbu’iyah (mingguan) misalnya ikut lembaga tahfidz di daerah terdekat.
  6. Jangan ganti-ganti Al Qur’an. Agar kita tidak direpotkan dengan sampai mana batas hafalan kita.
  7. Doa. Ini yg paling penting! Berdoalah kepada Allah agar Allah meberi kita kemudahan dalam menghafal, menjaga hafalan, & mengamalkan Al Qur’an.

Utk yg baru mulai mhafal :

  • Awali hafalan dari juz 30. Bisa dari surat An Naas ke An Naba, atau dari An Naba ke An Naas.
  • Kalau juz 30 sudah kelar, lanjut dengan surat-surat yg masyhur, seperti : Al Mulk, Al Waqi’ah, Ar Rahman, Al Hasyr, Yaasiin, Al Kahfi, Luqman, As Sajdah.
  • Kalau surat-surat diatas sudah selesai, hafalan boleh dilanjutkan dari juz 29, 28, 27, & 26. Agar kita bisa menghafal surat-surat yang tidak begitu panjang, juga tidak terlalu pendek.
  • Setelah 5 juz selesai, baru deh loncat ke juz 1 surat Al Baqoroh.
  • Bisa juga,setelah hafal surat-surat yg masyhur, langsung loncat ke juz 1.

Tips 2 untuk menghafal Al Qur’an :

  1. Tentukan batas hafalan. Cobalah sediakan waktu 1-2 jam. Dalam waktu 2 jam itu, berapa ayat/baris/halaman/lembar yang mampu kita hafal. Segtulah batas hafalan kita seharinya.
  2. Tentukan target. Agar kita punya ancang-ancang kapan menyelesaikan hafalan kita. Misalnya, sehari hafal 1 halaman, berarti dalam 1 bulan hafal 1 setengah juz.
  3. Pakai mushaf (kitab Al-Qur’an) saku per juz. Secara psikologis, lebih ringkas karena bisa dimasukkan ke dalam saku baju. Biasanya 1 juz terdiri dari 10 lembar. Dengan mushaf per juz, tidak akan terasa kalau ternyata hafalan kita di juz sekian tinggal beberapa lembar lagi.
  4. Kalau otak kita sudah agak ‘mumet’ atau hafalan yang nggak masuk-masuk, hentikan hafalan. Alihkan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti melihat arti atau tafsir dari ayat yang sedang kita hafal, baca kisah-kisah para penghafal Al Qur’an, atau dengar nasyid.
  5. Setorkan hafalan. Agar hafalan kita tidak terasa ‘menumpuk’, dan bisa lanjut ke hafalan yang baru.
  6. Carilah seorang pmbimbing. Nah, ini yang penting! Setorkan hafalan kepada seorang pembimbing. Agar hafalan kita bisa dikoreksi. Mana ayat/huruf yang tertinggal, tertukar, atau terlupa. Dianjurkan pembimbngnya yang hafalannya lebih banyak dari kita. Kalau bisa sih yang sudah hafidz.
  7. Minta seseorang (bisa teman atau sodara) untuk menyimak hafalan kita. Agar ketika hafalan kita diuji di depan pembimbing, kesalahnnya tidak terlalu banyak.

 Tips lain:

  • Bagi yang agak kesulitan dalam menghafal, nggak usah banyak-banyak target per harinya. Misalnya,1 hari hanya mampu menghafal 3-5 baris. Kalau istiqomah, Insya Allah lama2 tidak terasa hafalan kita sudah banyak!
  • Ketika mulai menghafal, tilawahkan dulu ayat/surat yang hendak dihafal. Baca sampai 3 kali atau lebih, agar ayatnya agak ‘familiar’ di telinga & otak kita. Setelah itu baru deh hafalkan per ayat. Misalnya, 1 hari target 5 baris. Baca dulu 5 baris itu sampai kira-kira melekat di otak kita. Baru deh per ayat.
  • Setelah hafal, coba disambung dengan hafalan sebelumnya, agar saling berkaitan.
  • Banyak dari kita yang tdk bertambah hafalannya karena ada rasa khawatir hafalan yang seblumnya hilang. Tenang saja. Maju terus dengan hafalan yg baru. Makanya, hafalan yg lama disetorkan kepada pembimbng agar kita bisa menambah hafalan baru. Kan setelah hafalannya selesai semua, tinggal muroja’ah.

Sekarang Tips-Tips Tentang Muroja’ah (Mengulang Hafalan) :

  • Muroja’ah perlu dilakukan untuk memantapkan hafalan kita. Tapi kalau terasa berat, muroja’ah bisa dilakukan ketika sholat…
  • Muroja’ah bisa juga setelah khatam hafalan kita. Kalau muroja’ah masih terasa berat, hentikan dulu muroja’ah. Fokuskan otak kita untuk terus menambah hafalan baru.
  • Muroja’ah yang dilakukan setelah khatam hafalan, memang akan seperti menghafal baru lagi. Tapi tidak terlalu berat, karena ayat-ayatnya sudah pernah dihafal dan lebih familiar di otak kita.
  • Muroja’ah bisa dilakukan sambil mendengar murottal.
  • Kalau takut hafalan kita hilang sebelum khatam, tentukan jadwal khusus muroja’ah. Tidak usah banyak-banyak. Misalnya sebulan sekali muroja’ah setngah juz sambil ditasmikan (diperdengarkan) di depan teman atau pembimbing.

Kendala Ketika Menghafal Al Qur’an? Laa tahzan, innalloha ma’anaa…

  • Bila ada kesulitan dalam mencari waktu menghafal, lebih baik menghafal dilakukan setelah sholat. Biasanya 1 halaman mushaf terdiri dari 15 baris, tinggal dibagi 5 aja. Jadi, setiap selesai sholat 5 waktu, tambah hafalan kita sebanyak 3 baris. Kalau istiqomah, berarti seminggu kita sudah menghafal sekitar 1/4 juz! Sebulan,1 juz!!
  • Setiap kita pasti punya masalah, beban, atau pikiran yang beda-beda. Apalagi kalau yang dihadapi berat sehingga mengganggu konsen kita dalam menghafal. Jangan dipaksakan. Istirahatlah. Tapi istirahatnya jangan kelamaan ya. Lanjutkan hafalan kita setelah istirahat.
  • Banyak orang yang “nyindir” dengan orang yang menghafal Al Qur’an, dengan sindiran :”dihafal doang? diamalkan nggak?” atau, “dihafal,tapi tahu artinya nggak?”. Banyak lho para huffadz yang baru belajar bahasa arab, ulumul qur’an, atau belajar tafsir, setelah hafalannya khatam. Jadi nggak usah khawatir. Belum tentu yang nyindir termasuk orang yang lebih baik dari kita. Ngapalin nggak, ngamalin apalagi,bisanya cuma nyindir doang…
  • Ketika muroja’ah, hafalan terlupa. Jangan dibiasakan untuk (langsung) melihat mushaf. Kalau lupa ditengah ayat, ulang lagi dari awal ayat. Masih lupa juga, ulang dari awal halaman atau awal surat. Kalau sudah 3 kali sudah mentok, baru lihat mushaf. Hal ini dilakukan agar otak kita tidak manja/cengeng, juga agar otak pun selalu mengingat dengan kuat. Jangan sampai lupa dikit lihat mushaf. Bentar-bentar lihat mushaf. Kita jadi tergntung dengan melihat.
  • Untuk wanita yang sedang haid, terserah mau ambil pendapat yang mana. Ada yg membolehkan untuk melanjutkan hafalan dengan memegang mushaf utuh. Ada yang membolehkan melanjutkan hafalan dengan mushaf terjemah. Ada juga yang hanya membolehkan muroja’ah saja. Terserah mau mengambil pendapat mana yang sesuai kyakinan.

 HAL-HAL YANG DAPAT MENGHALANGI HAFALAN

  1. Banyaknya dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Quran dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
  2. Tidak adanya upaya untuk menjaga hafalan dan mengulangnya secara terus-menerus. Tidak mau memperdengarkan (meminta orang lain untuk menyimak) dari apa-apa yang dihafal dari Al-Quran kepada orang lain.
  3. Perhatian yang berlebihan terhadap urusan dunia yang menjadikan hatinya tergantung dengannya dan selanjutnya tidak mampu untuk menghafal dengan mudah.
  4. Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.
 

Anak Rajin dan Pohon Pengetahuan 10 Mei 2011

Filed under: Dongeng — tkaba41mgt @ 17:53

Pada suatu waktu, hiduplah seorang anak yang rajin belajar. Mogu namanya. Usianya 7 tahun. Sehari-hari ia berladang. Juga mencari kayu bakar di hutan. Hidupnya sebatang kara. Mogu amat rajin membaca. Semua buku habis dilahapnya. Ia rindu akan pengetahuan.

Suatu hari ia tersesat di hutan. Hari sudah gelap. Akhirnya Mogu memutuskan untuk bermalam di hutan. Ia bersandar di pohon dan jatuh tertidur.

Dalam tidurnya, samar-samar Mogu mendengar suara memanggilnya. Mula-mula ia berpikir itu hanya mimpi. Namun, di saat ia terbangun, suara itu masih memanggilnya. “Anak muda, bangunlah! Siapakah engkau? Mengapa kau ada disini?” Mogu amat bingung. Darimana suara itu berasal? Ia mencoba melihat ke sekeliling. “Aku disini. Aku pohon yang kau sandari!” ujar suara itu lagi.
Seketika Mogu menengok. Alangkah terkejutnya ia! Pohon yang disandarinya ternyata memiliki wajah di batangnya.

“Jangan takut! Aku bukan makhluk jahat. Aku Tule, pohon pengetahuan. Nah, perkenalkan dirimu,” ujar pohon itu lagi lembut.

“Aku Mogu. Pencari kayu bakar. Aku tersesat, jadi terpaksa bermalam disini,” jawab Mogu takut-takut.
“Nak, apakah kau tertarik pada ilmu pengetahuan? Apa kau bisa menyebutkan kegunaannya bagimu?” tanya pohon itu.

“Oh, ya ya, aku sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Aku jadi tahu banyak hal. Aku tak mudah dibodohi dan pengetahuanku kelak akan sangat berguna bagi siapa saja. Sayangnya, sumber pengetahuan di desaku amat sedikit. Sedangkan kalau harus ke kota akan membutuhkan biaya yang besar. Aku ingin sekali menambah ilmuku tapi tak tahu bagaimana caranya.”

“Dengarlah, Nak. Aku adalah pohon pengetahuan. Banyak sekali orang mencariku, namun tak berhasil menemukan. Hanya orang yang berjiwa bersih dan betul-betul haus akan pengetahuan yang dapat menemukanku. Kau telah lolos dari persyaratan itu. Aku akan mengajarimu berbagai pengetahuan. Bersediakah kau?” tanya si pohon lagi. Mendengar hal itu Mogu sangat girang.

Sejak hari itu Mogu belajar pada pohon pengetahuan. Hari-hari berlalu dengan cepat. Mogu tumbuh menjadi pemuda yang tampan. Pengetahuannya amat luas. Suatu hari pohon itu berkata, “Mogu, kini pergilah mengembara. Carilah pengalaman yang banyak. Gunakanlah pengetahuan yang kau miliki untuk membantumu. Jika ada kesulitan, kau boleh datang padaku.”

Mogu pun mengembara ke desa-desa. Ia memakai pengetahuannya untuk membantu orang. Memperbaiki irigasi, mengajar anak-anak membaca dan menulis… Akhirnya Mogu tiba di ibukota. Di sana ia mengikuti ujian negara. Mogu berhasil lulus dengan peringkat terbaik sepanjang abad. Raja amat kagum akan kepintarannya.

Namun, ada pejabat lama yang iri terhadapnya. Pejabat Monda ini tidak senang Mogu mendapat perhatian lebih dari raja. Maka ia mencari siasat supaya Mogu tampak bodoh di hadapan raja. “Tuan, Mogu. Hari ini hamba ingin mengajukan pertanyaan. Anda harus dapat menjawabnya sekarang juga di hadapam Baginda,” kata pejabat Monda.

“Silakan Tuan Monda. Hamba mendengarakan,” jawab Mogu.

“Berapakah ukuran tinggi tubuhku?” tanyanya.

“Kalau hamba tak salah, tinggi badan anda sama panjang dengan ujung jari anda yang kiri sampai ujung jari anda yang kanan bila dirintangkan,” jawab Mogu tersenyum. Pejabat Monda dan raja tidak percaya. Mereka menyuruh seseorang mengukurnya. Ternyata jawaban Mogu benar. Raja kagum dibuatnya.

Pejabat Monda sangat kesal, namun ia belum menyerah. “Tuan Mogu. Buatlah api tanpa menggunakan pemantik api.”
Dengan tenang Mogu mengeluarkan kaca cembung, lalu mengumpulkan setumpuk daun kering. Ia membuat api, menggunakan kaca yang dipantul-pantulkan ke sinar matahari. Tak lama kemudian daun kering itupun terbakar api. Raja semakin kagum. Sementara Tuan Monda semakin kesal.

“Luar biasa! Baiklah! Aku punya satu pertanyaan untukmu. Aku pernah mendengar tentang pohon pengetahuan. Jika pengetahuanmu luas, kau pasti tahu dimana letak pohon itu. Bawalah aku ke sana,” ujar Raja.

Mogu ragu. Setelah berpikir sejenak, “Hamba tahu, Baginda. Tapi tidak boleh sembarang orang boleh menemuinya. Sebenarnya, pohon itu adalah guru hamba. Hamba bersedia mengantarkan Baginda. Tapi kita pergi berdua saja dengan berpakaian rakyat biasa. Setelah bertemu dengannya, berjanjilah Baginda takkan memberitahukanya pada siapapun,” ujar Mogu serius.

Raja menyanggupi. Setelah menempuh perjalanan jauh, sampailah mereka di tujuan. “Salam, Baginda. Ada keperluan apa hingga Baginda datang menemui hamba?” sapa pohon dengan tenang.

“Aku ingin menjadi muridmu juga. Aku ingin menjadi raja yang paling bijaksana,” kata raja kepada pohon pengetahuan.
“Anda sudah cukup bijaksana. Dengarkanlah suara hati rakyat. Pahamilah perasaan mereka. Lakukan yang terbaik untuk rakyat anda. Janganlah mudah berprasangka. Selebihnya muridku akan membantumu. Waktuku sudah hampir habis. Sayang sekali pertemuan kita begitu singkat,” ujar pohon pengetahuan seolah tahu ajalnya sudah dekat.

Tiba-tiba Monda menyeruak bersama sejumlah pasukan. “Kau harus ajarkan aku!” teriaknya pada pohon pengetahuan.

“Tidak bisa. Kau tak punya hati yang bersih.”

Jawaban pohon itu membuat Monda marah. Ia memerintahkan pasukannya untuk membakar pohon pengetahuan. Raja dan Mogu berusaha menghalangi namun mereka kewalahan. Walau berhasil menghancurkan pohon pengetahuan, Monda dan pengikutnya tak luput dari hukuman. Mereka tiba-tiba tewas tersambar petir. Sebelum meninggal, pohon pengetahuan memberikan Mogu sebuah buku. Dengan buku itu Mogu semakin bijaksana. Bertahun-tahun kemudian, Raja mengangkat Mogu menjadi raja baru.
dongengkakrico
 

Aladin dan Lampu Ajaib 25 Februari 2011

Filed under: Dongeng — tkaba41mgt @ 00:33

Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itu mengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. “Kraak…” tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.
Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. “Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu”, seru si penyihir. “Tidak, aku takut turun ke sana”, jawab Aladin. Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada Aladin. “Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu”, kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan takut. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu lubang sudah tertutup sebagian. “Cepat berikan lampunya !”, seru penyihir. “Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar”, jawab Aladin. Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya “Brak!” pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. “Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !”, ucap Aladin.
Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. “Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan”, saya adalah peri cincin kata raksasa itu. “Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah.” “Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini”, ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. “Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok cincin Tuan.”
Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. “Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?”, kata Ibu sambil menggosok membersihkan lampu itu. “Syut !” Tiba-tiba asap membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. “Sebutkanlah perintah Nyonya”, kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah mengalami hal seperti ini memberi perintah,”kami lapar, tolong siapkan makanan untuk kami”. Dalam waktu singkat peri Lampu membawa makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. “Jika ada yang diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu”, kata si peri lampu.
Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. “Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya”. Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. “Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku.” Raja amat senang. “Wah…, anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku”.
Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta peri lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian peri lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. “Tuan, ini Istananya”. Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. “Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?”, Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.
Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, “tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !”. Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.
Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. “Kalau begitu tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku”, seru Aladin. “Maaf Tuan, tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu,” ujar peri cincin. “Baik kalau begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana”, seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. “Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum bir”, ujar sang Putri. “Baik, jangan kuatir aku akan mengambil kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang”, jawab Aladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin kemudian mengambilnya dan segera menggosoknya. “Singkirkan penjahat ini”, seru Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu langsung membanting penyihir itu hingga tewas. “Terima kasih peri lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke Persia”. Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

 

Proposal Pembangunan 3 April 2010

Filed under: Sekolahan — tkaba41mgt @ 05:17

PROPOSAL

PEMBANGUNAN GEDUNG

TK “ ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 41“

MENGANTI

Sekretariat :  Jl. Raya Sidowungu No. 4 A Menganti – Gresik 61174

Telp (031) 71994422 Fax. (031) 7911422 Email : tkaba41mgt@Gmail.com

Blog : http://tkaba41mgt.blogspot.com/ dan https://tkaba41mgt.wordpress.com/

Contack person :

Subhan 031-77543517, Hasan 031-60611060, Suhariyanto 031-71994422

Rekening : – Bank JATIM Cabang Gresik no. 0272499306

a.n Tk Aisyiyah Bustanul Athfal 41

DESA SIDOWUNGU

KECAMATAN MENGANTI  – KABUPATEN GRESIK

2010




PANITIA PEMBANGUNAN GEDUNG

TK“‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 41 “

SIDOWUNGU – MENGANTI – GRESIK

Sekretariat    : Jl. Raya Sidowungu No. 4 A Menganti – Gresik 61174

Telp (031) 71994422 Fax. (031) 7911422 Email :tkaba41mgt@Gmail.com

PENDAHULUAN

Segala puji dan Syukur  bagi Alloh SWT tempat memohon pertolongan dan ampunan dari-Nya. Kita berlindung kepada Alloh dari kejahatan nafsu dan keburukan perbuatan kita. Barang siapa yang diberi petujuk oleh Alloh maka tidak ada yang bisa menyesatkan dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk kepada-nya. Dan aku bersakai bahwa tidak ada Illah yang berhak disembah kecuali Alloh SWt.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang tetap mengikuti ajarannya yang baik hingga hari kiamat.

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Alloh SWT dengan sebenar-benarnya, dan janganlah engkau mati kecuali dalam keadaan beragama Islam”. (Ali Imron : 102)

“hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Ali Imron :104)

“Perumpamaan (Nafkahyang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap  bulir terdapat seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Alloh maha luas (kurnia-Nya) lagi maha Mengetahui”.(Al Baqarah : 261)

“Didiklah anak-anakmu dalam tiga perkara : Mencintai Nabinya, Mencintai keluarganya, dan membaca Al-Qur’an, maka sesunggunya orang-orang yang membaca Al-Qur’an berada dalam naungan “Arsy” Alloh ketika tidak adalagi naungan kecuali naungan-Nya bersama para Nabi dan Orang-orang Shaleh”. (Al-Hadits)

Maka sebaik-baik cerita adalah kitab Alloh dan sebaik-baik petujuk adalah petujuk Muhammad utusan Alloh. Sedang seburuk-buruk perkara adalah hal yang baru (dalam ibadah), dan setiap hal yang baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan adalah Neraka.

  1. LATAR BELAKANG

Menyongsong Era Globalisasi yang tidak bisa kita hindari dalam realita sejarah yang pasti akan berpengaruh pada sektor pendidikan yang pada dasarnya berhakekat suatu proses tumbuh kembang eksistensi anak didik yang bermasyarakat dan berbudaya dalam tata kehidupan berdimensi lokal, nasional dan global. Dimana pendidikan berperan penting dalam menjadikan manusia Indonesia yang menguasai Ilmu Pengetahuan, berteknologi, beriman, berakhlak mulia dan berbudi luhur.

Pendidikan Taman Kanak-kanak diselenggarakan dalam upaya membantu meletakkan dasar kearah perkembangan semua aspek tumbuh kembang anak sebelum memasuki Sekolah Dasar.

Memperhatikan hal diatas, maka peran masyarakat, orang tua dan pemerintah sangat dibutuhkan guna terciptanya pelayanan dan pemerataan pendidikan pada anak usia sekolah, khususnya pada anak-anak.

Dengan demikian dipandang sangat perlu adanya penyelenggaraan pendidikan taman kanak-kanak pada lingkungan masyarakat Menganti khususnya pada Desa Sidowungu yang pada umumnya dihuni oleh warga yang mempunyai tingkat pengetahuan/ pendidikan yang kurang, baik dari segi pendidikan agama maupun pendidikan umum.

Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak “’Aisyiyah Bustanul Athfal 41” Menganti, di desa Sidowungu Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik telah didirikan pada tanggal 15 Maret 2007, sedangkan pelaksanan kegiatan belajar dan bermain selama ini menyatu (nebeng) di bawah teras masjid AL-ISHLAH.

Penyelenggaraan didirikan atas dasar kebutuhan anak dengan orang tua, mengingat anak usia sekolah dilingkungan Desa Sidowungu pada usia 4 s/d 6 tahun belum terlayani secara maksimal mengingat sesuatu hal baik letak geografis lingkungan maupun status ekonomi orang tua.

Semoga dengan adanya penyelenggaraan Pendidikan Taman Kanak-kanak “’Aisyiyah Bustanul Athfal 41” di Menganti ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di desa Sidowungu, untuk itu kami mohon do’a restu serta bimbingan dari masyarakat maupun pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk selalu memberikan arahan demi perbaikan dan mutu pendidikan dimasa yang akan datang.

  1. TUJUAN

Terwujudnya sebuah bagunan fisik gedung yang cukup memadai sebagai sarana dalam pendidikan dan pengembangan dakwah Islamiyah.

  1. NAMA GEDUNG

Taman Kanak – kanak “ ’Aisyiyah Bustanul Athfal 41” ( TK ABA ) Menganti.

  1. LOKASI GEDUNG

TK “’Aisyiyah Bustanul Athfal 41” Menganti  terletak di Jl. Raya Sidowungu No. 4A, Menganti  Gresik 61174  Jawa Timur.

  1. STATUS TANAH DAN LUAS BANGUNAN

Gedung Taman Kanak-kanak “’Aisyiyah Bustanul Athfal 41” (TK ABA)  Menganti dibangun diatas tanah bersertufikat wakaf atas nama lembaga Muhammadiyah seluas ± 5.000 m2 ,  sedangkan  rencana  luas  bangunan adalah 1.040 m2 . (Sertifikat terlampir)

  1. DANA

–   Dana yang di butuhkan sebesar Rp. 769.375.000,- (Rencana Anggaran terlampir)

–   Sumber dana di harapkan dapat diperoleh dari :

  1. a.    PCM Menganti  dan PCA Menganti
  2. Sumbangan dari simpatisan masyarakat
  3. Sumbangan dari wali murid
  4. Sumbangan Umat Islam / Para Dermawan.
  1. KEPANITIAAN

Terlampir

  1. PENUTUP

Demikian  proposal  pembangunan   gedung  Taman  Kanak-kanak “ Aisyiyah Bustanul Athfal 41” Menganti ini kami susun dengan harapan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para dermawan. Kami menyadarai akan terbatasan yang ada pada kami, namun dengan Ikhtiar yang maksimal serta tawakal kepada Alloh SWT, kami yakin akan terwujud. Amin….

Gresik,      1 Safar  1431  H 17 Januari 2010 M

Ketua

Subhan Alamsyah

NBM : 900 579 Sekretaris

A. Hasan Mangun Basuki

NBM : 900.581

Mengetahui

PCM Menganti

Ketua

M. Surur, S.Ag

NBM : 725.186 PCA Menganti

Ketua

Sunartik, S.Pd

NBM : 900.577


REKAPITULASI ANGGARAN BIAYA

Spesifikasi :

  • Pondasi            : Batu kali
  • Sloof                : 15 x 25
  • Kolom              : 15 x 25
  • Ring balok        : 15 x 20
  • Gewel              : 15 x 15
  • Dinding : Pasangan Batu bata, plester : acian
  • Plafond : Rangkah kayu merbau 3/5, penutup : kalsiboard
  • Atap                 : Rangka kayu meranti / glugu

Penutup : Asbes gelombang besar / genteng beton standart dan

dack beton

Finishing :

  • Lantai                              : Keramik 40x 40 dan 20 x 20 (KM/WC) ex. KIA/setara
  • Dinding                            : Cat ex. Catylax dan 20 x 20 (KM/WC) ex.KIA/setara
  • Plafond                            : Cat ex. Paragon
  • Kusen dan daun pintu      : Kayu meranti merah, fin cat ultran warna gelap
  • Acsesoris                        : Handle pintu standart lokal

Gresik,      1 Safar  1431  H 17 Januari 2010 M

Ketua

Subhan Alamsyah

NBM :  900.579

BendaharaSuhariyanto

NBM : 727.353


SUSUNAN PANITIA PEMBANGUNAN GEDUNG

TK “’AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 41”

MENGANTI – GRESIK

Pelindung                                           : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Menganti

Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Menganti

Ketua                                                   : Subhan Alamsyah

Wk. Ketua                                           : Assidik Wibowo, S.T.

Sekretaris                                           : A. Hasan Mangun Basuki

Wk. Sekretaris                                  : Sulaiman Efendi, S.Hi.

Bendahara                                          : Suhariyanto

: Saat Budiono

Seksi-Seksi                                          :

  • Sie. Penggalian Dana             : – Hj. Lilik Hamidah

– H. Drs. Suja’i

– H. Slamet

– H. Suyoso

– H. Sahid

– Drs. Isa Khoirum

  • Sie Umum/Perlengkapan        : – H. Wachid Iswandi

– Herminah

– Moch. Dawam

– Hj.Zubaidah

– Sunartik, S.Pd

  • Sie Humas                             : – Ir. Suroso

– Suryani

– Saat Budiono

– Sri Wahyuni


DENAH LOKASI


Gedung kegiatan selama ini

Lokasi yang akan di bangun gedung


Nomor       : 04/PAN-TK “ABA 41”/I/2010

Lampiran    : Satu bendel

Hal             : Permohonan Sumbangan

Yang terhormat

Bpk/Ibu/Sdr …………………

di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga pada saat ini kita masih dapat melaksanakan kegiatan dan aktifitas yang mudah-mudahan diridhoi oleh-Nya, Amin.

Para dermawan yang bahagia, kami Panitia pembangunan gedung Taman Kanak-kanak “’Aisyiyah Bustanul Athfal 41” Menganti, dengan rasa rendah hati dan penuh rasa hormat mengharap keikhlasan para dermawan untuk menyisikan sebagaian rizki demi terwujudnya pembangunan gedung Taman  Kanak-kanak “Aisyiyah Bustanul Athfal 41“ Menganti  di Desa Sidowungu.

Demikian proposal ini kami buat, atas bantuan serta partisipasi para dermawan kami ucapkan terima kasih.

Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Gresik,      1 Safar  1431  H 17 Januari 2010 M

Ketua

Subhan Alamsyah

NBM : 900.579 Bendahara

Suhariyanto

NBM : 727.353

 

Rintik Hujan 3 Februari 2010

Filed under: Uncategorized — tkaba41mgt @ 15:26

Selamat Datang di Blog Kami, “TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 41 Gresik” meskipun kami berada di daerah pinggiran yang beralamat di jl. Raya Sidowungu No.4A Menganti Gresik, namun kami selalu  berusaha untuk tidak kalah dengan mereka-mereka yang berada di daerah mega kota-kota besar. . . kami akan menulis cerita baru dari desa lokasi  kami berada agar perubahan yang lebih maju dapat tercapai dan terjadi di negeri ini sesuai dengan cita-cita para pejuang kemerdekaan kami….”MERDEKA…lanjutkan cita-cita para pejuang” dengan keceriaan dan semangat yang kami miliki,  kami yakin akan mampu menorehkan tinta perubahan di nagri tercinta ini…

keep smile…  🙂

 

Hello world!

Filed under: Uncategorized — tkaba41mgt @ 15:02

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!